reaktor Anaerobik>>pengendalin limbah industri 24/03/2011

Reaktor UASB “Up flow Anaerobik Sludge Blanket” tidak terikat pada suatu media.

adapun keuntungan proses Anaerobik (UASB) yakni:
– laju reaksi lebih tinggi dibanding aerobik karena oksigen hanya menghambat atau memperlambat reaksi
– kegunaan produk akhir
– stabilisasi bahan organik tidak perlu aklimatisasi
– menghasilkan metana
– kebutuhan nutrien rendah
– produksi lumpur sedikit
– biaya operasional rendah
– instalasi aman
– laju pembebanan volumetrik tinggi (karena oksigen tidak diperlukan)
– pengoperasian tinggi

*Aklimatisasi adalah pemanasan yang menyesuaikan antara mikrorganisme dengan media

sejarah UASB
Awalnya karana adanya identifikasi bahwa bahan pendukung untuk menciptakan biomasa attachment (biofilm)

granula lumpur dan gelembung biogas pada efluent.
untuk gelembung biogas akan cenderung masuk ke cerobong “naik” sedangkan granula lumpur turun. supaya granula tidak masuk cerobong maka diberi kompartemen baffle ditengahnya.

metode UASP ini merupakan pengolahan limbah tersier.
Aerobik membutuhkn 20-30kwatt/COD
Anaerobik mmbutuhkan 35 kwatt/COD

Mekanisme UASB
1. limbah cair didistribusikan ke dalam tangki dengan kapasitas tertentu yakni dalam jumlah, volume, isi, waktu.

2. limbah cair masuk melalui sebuah anaerobik sludge bed dimana mikroorganisme dalam lumpur bereaksi.

3. proses degradasi anaerobik yang dihasilkan menimbulkan produksi gas

4 keberadaan partikel diruang hampa udara secara acak (turbulance) gerakan ke arah atas oleh gelembng gas menyebabkan hydraulic turbulance bercampur dalam reaktor (pemisahan gelembung gas dengan granula menggunakan prinsip hydrauic turbulance)

pembentukan granula lumpur pemebntukan ini merupakan faktor enentu pada UASB
selain itu pnentuan yang mendukung identifikasi dan klasifikasi mikroorganisme yang dapat membentuk granula secara optimal (trailor made ranules)
Lshape -> dasar embentukan granula yang optimal

karakteristik pembentukan granula tergantung pada karakteristik limbah cair, granula mudah terbentuk dengan limbah berisi karbohidrat dan gula yang mengandungh pati atau (Storch) perekat. granula susah terbentuk dengan limbah kandungan proteinnya tinggi karena ini menyebabkan granula tidak solid dan mudah terpecah.
faktor yang mempengaruhi pembentukan granula adalah pH, dan kecepatan Up flow.

metode produksi Biogas.
– sistem Batch tanpa Sirkulasi (SBTS) dengan cara memperlakukan limbah cair yang tertampung dalam reaktor selama waktu tertentu.
– Sistem Batch Sirkulasi

perbedaan antara lumpur aktif dengan UASB
– pada lumpur aktif hanya terjadi pengendalian dengan keberadaan granul dan limbah cair dan membutuhkan lumpur yang banyak untuk menjebak mikroorgganisme.
sedangkan pada UASB terjadi pengolahan dan pengendalian dan mempunyai nilai tambah biogas dan lumpurnya hanya sedikit.

tahap pencernaan material organik
Hidrolisi, Asidogenesis, Asetagenesis, Metagenesis.

Aplikasi UASB di food industry
– Fruit canning pengalengan buah sehingga buah tetap manis
– Winery untuk fermentasi
– Distillery untuk penyulingan.
– Fruit juice
– Gelatin effluents untuk bahan pengental pangganti daging dari karbohidrat.

limbah cair menggunakan bakteri
patogen UASB dengan pengubahan metana yang menghasilkan nitrat yang nantinya dapat disaring menggunakan busa.”DHS”

2 Comments (+add yours?)

  1. panjipamungkas
    Mar 27, 2011 @ 23:26:15

    bosss,,, postingin yang SIK yang tgl 25 donk,,, cz q kmren ga brangkt,,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: