RBC>>pengendalian limbah industri 17/03/2011

Dalam proses suatu industri terdapat proses utama yakni input – proses – output
output yang dikeluarkan oleh suatu industri terdapat 3 produk, main product atau produk utama, produk samping dan limbah.

limbah terdapat tiga macam yakni limbah cair, padat dan gas. pada limbah cair terdapat polutan organik dan an organik. dimana yang paling dominan pada limbah organik yakni sebanyak 78% berupa C,H,O yakni kandungan pada karbohidrat, protein dan lemak yang merupakan makanan dari mikroorganisme.

dari teknologi pengolahan limbah terdapat 3 proses yng efluen yakni primer, sekunder dan tersier. namun dalam praktiknya tidak harus digunakan seluruhnya tergantung karakteristik limbahnya.

seperti dijelaskan pada pertemuan sebelumnya bahwa pada proses pengolahan promer bisa dilakukan secara kimiawi yakni dengan screaming dan flokulasi, fisikawi dengan koagulasi. namun hasil pengolahan tersebut biasanya belum memenuhi standar mutu pengolahan limbah karena masih terdapat polutan yang harus disisihkan salah satu caranya akni dengan memanfaatkan mikroorganisme tentunya yang sesuai dengan persyaratan hidup mikroorganisme tercapai yakni aerobik, yang membutuhkan oksigen bisanya dimanfaatkan RBC. lalu an aerobik contohnya septink tank dan UASB.

RBC seperti kumpulan piringan-piringan dimana pada permukaannya ada media disk sebagai tempat mikroorganisme untuk memakan kandungan bahan organik dalam limbah diusahakan media disk bisa disediakan seluas-luusnya agar mikroorganisme dapat mudah mengambil polutan pada limbah yang dialirkan. sistem pengoperasian RBC yakni menggunakan mikroorganisme untuk memakan bahan organik. syarat hidup mikroorganisme yakni memerlukan makanan dan O2. sehingga pada RBC ini di setting seperti roda berputar sehingga ketika posisi dibawah mikroorganisme dapat mengambil makanan sedangkan ia bisa mengolahnya dengan mengambil oksigen terlebih dahulu ketika ia berada diatas.

akan tetap[i perlu diketahui pula apabila RBC telah digunakan dalam jangka waktu yang lama pada permukaan media disk akan terbentuk tumpukan mikroorganisme yang banyak karena adanya pertumbuhan MO (mikroorganisme). jika MO ini terus menumpuk maka Mo yang ada ditumpukan paling bawah yang hidup hanya MO an aerob karen tertutup oleh MO diatasnya. sehingga terkadang teerbentuk seperti kerak.

reaksi pada RBC yakni :
1. oksidasi
2. nitrifikasi
3. denitrifikasi
hal ini dijabarkan sebagai berikut. bahan organik terkandung dalam limb ah lalu mengambil oksigen sehingga ada reaksi antara bahan organik, O2 dan nutrien (biasanya sudah terkandung pada limbah) dalm proses metabolisme lalu dihasilkan NH3, CO2, C5h7HO2 (sel baru) yang terlepas ke udara.

selain pada proses diatas ada respirasi endogenesis untuk mendapatkan energi yakni:
C5H7HO2+O2–>> 5CO2 + H2O + Energi

pada nitrifikasi limbah memiliki polutan yang mengandung amoniak NH4 yang baunya sangat menyengat. dengan reaksi sebagai berikut:
2NH4+O2 (dengan bantuan nitrosomonas)—>> 2NO2 + 4H + 2H2O

perbandingan RBC dan lumpur aktif
RBC:
1. lebih mudah pengolahannya
2. energi ppemutartan agar tidak perlu menyuplai O2 untuk proses metabolisme MO
3. kendalanya yakn i clogging atau terjadi penyumbatan opada arus limbah.
4. biasanya digunakan oleh industri kecil-menengah.

lumpur aktif:
1. membutuhkan energi tambahan untuk proses pengadukan lumpur dan menyuplai oksigen.
2. Mo yang mati bisa ikut mengembaNG atau terapung diatasnya (terjadi bulking)
3. biasa digunakan oleh industri besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: