sistem lumpur aktif>>pengendalian limbah industri 10/03/2011

sistem lumpur aktif 10/03/2011

Dalam suatu industri terdapat proses input, proses, dan output . untuk mengendalikan agar ketiga komponen tersebut berjalan dengan baik dibutuhkan adanya pengendalian yang biasa disebut feedback atau timbal balik untuk selalu melakukan kajian terhadap perkembangan perusahaan atau industri tersebut

salah satu output yang menjadi suatu perhatian penting yakni adanya limbah dari produk utama. dimana ini sangat mempengaruhi lingkungan sekitar.
salah satu metode untuk penanganan limbah cair adalah dengan mencampurkan atau dalam arti lain menjebak limbah cair dengan menggunakan lumpur.
hal ini biasa kita sebut dengan lumpur aktif.

dinamakan lumpur aktif karena terdapat mikroorganisme didalamnya yang bertugas untuk merombak kandungan zat organik dalam limbah yang memiliki BOD dan COD yang tinggi menjadi lebih sedikit kandungannya atau menjadi limbah an organik yang aman untuk dibuang di lingkungan sekitar.

untuk pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme ini (lumpur aktif) diklasifikasikan pada pengelolaan limbah sekunder. karena suatu makhluk hidup seperti mikroorganisme memiliki aktifitas fisiologis maupun biologis dalam tubuhnya. sama halnya dengan manusia. sehingga dibutuhkan perhitungan yang tepat agar kerja mikroorganisme ini berjalan dengan maksimal.

proses yang dihasilkan oleh peran mikrobia didalam lumpur aktif yaitu untuk menjebak limbah cair dengan lumpur kemudian dengan pemanfaatan mikrobia dapat membentuk padatan-padatan tersuspensi sehingga dapat menghasilkan gumpalan-gumpalan yang mengendap dalam jumlah yang cukup besar dengan memanfaatkan gaya grafitasi kebawah. agar limbah dapat diolah dengan maksimal (dalam bentuk padatan).

karakteristik limbah yaitu bercampur antara mikrooganisme 95 %, bakteri 5 %, protozoa, porifera dsb

mikroorganisme yang digunakan untuk mengontrol proses lumpur aktif memiliki tipe pertumbuhan sendiri-sendiri.

BOD dalam limbah mempengaruhi banyaknya mikroorganisme yang dibutuhkan untuk merombak bahan organik alam limbah.

tujuan dalam pengelolaan limbah yakni mengurangi salah satu parameter zat yang berbahaya dalam limbah. jumlah serta keadaan limbah tersebut.

parameter yang digunakan dalam pengelolaan limbah yakni MLSS dimana terdapat campuran berbagai macam mikrobia yang hidup atau mati lalu SVI indeks volume lumpur dengan berpacu pada total cairan atau padatan yang digunakan.

indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kelaparan mikroorganisme yakni dengan menggunakan alat f/m radio dimana terdapat ukuran banyaknya kemampuan mikrobia untuk memecah bahan organik dalam limbah.

f/m radio ini secara tidak langsung bisa dijadikan salah satu pertimbangan dalam proses feedback sistem industri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: