peran diri dalam dunia bisnis>>Manajemen bisnis 01/03/2011

Bisnis merupakan kegiatan tukar menukar barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan.
Seorang pebisnis ialah orang yang mampu mengubah resiko menjadi peluang. Sedangkan enterpreuner adalah orang yang mampu menciptakan hal baru yang berpeluang memiliki nilai ekonomis atau nilai jual. Sebagai contoh yakni usaha bunga potong. Orang akan lebih suka jika diberi bunga yang masih segar atau bunga hidup dibandingkan dengan bunga plastik. Sehingga hal inilah yang memicu adanya industri bunga potong yang dinilai cukup prospektif. Seperti yang ada di daerah bendungan. Dan rawa belong didaerah jakarta.

orang yang menciptakan ide bunga potong itulah yang dinamakan sebagai enterpreuner. Namun tidak hanya sekedar itu saja seorang enterpreuner juga harus mampu mengatasi masalah-masalah pemasaran seperti adanya pesaing bunga potong impor.

Mengapa bunga potong impor terkadang lebih diminati dari pada bunga potong lokal? Hal ini dikarenakan bunga potong milik kita lebih mudah layu. Sedangkan bunga potong impor lebih tahan lama karena memiliki mahkota bunga yang lebih besar bahkan ada pula yang menjual bunga potong impor second yang Harganya lebih murah. Sehingga ini pula yang memicu kita agar lebih kreatif untuk memodifikasi bagaimana bunga kita lebih awet dan bisa mengalahkan bunga potong impor. Tetapi ada hal yang perlu kita ketahui pula bahwa bunga potong impor memang terlihat lebih indah dan tahan lama.

Namun semua pasti ada kelebihn maupun kekurangannya bunga impor tersebut tidak memiliki aroma sewangi bunga potong kita. Sehingga banyak orang asing yang memesan bunga kita dalam bentuk yang sudah dikeringkan untuk dijadikan bahan baku parfum atau aroma terapi. Sehingga jika kita teliti sebenarnya produk gagal itu juga dapat memunculkan suatu produk yang baru. Atau menciptakan industri baru seperti bunga kering yang diolah menjadi aroma terapi atau parfum dll.

Selain itu ada pula contoh produk gagal yang dapat berpeluang besar untuk produk baru yakni kue brownis. Awalnya kue brownis adalah produk kue yang gagal (gosong) yang kemudian memiliki potensi harga jual setela diolah kembali (diberi bahan tambahan) dan memiliki rasa yang cukup nikmat sehingga diminati pasar dan menjadi usaha yang memiliki prospek bagus.

Sehingga dalam pemutaran tukar menukar barang dan jasa terdapat manajemen yang bisa mengklasifikasikan posisi masing-masing orang yang terkait dalam hal tersebut berdasarkan resiko yang akan diterima . Apakah anda sebagai pemilik, manajer, pekerja , atau hanya seorang konsumen.

Konsumen hanyalah orang yang merelakan uangnya untuk membeli produk dan menkomsumsi produk. Tidak ada resiko didalamnya. Lalu seorang pekerja hanya memiliki resiko yang sangat sedikit. Dia hanya mengikuti perintah atasan namun uang yang diperolehnya juga akan sedikit dibandingkan manajer, yakni pihak yang mengelola, memikirkan berjalannya suatu usaha, memiliki resiko yang lumayan tinggi jika melakukan kesalahan bisa langsung dikeluarkan tapi ia memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan pekerja. salah satu contoh kasus yang ditangani seorang manajer adalah dalam hal pengelolahan bahan baku dimana barang baku tersebut harus didatangkan dari luar daerah, dilihat dalam konteks bahan baku agro memiliki karakteristik yang cukup kompleks seperti resiko pembusukan dsb. sedangkan industri menginginkan bahan baku yang selalu terjaga kualitasnya. sehingga manajer harus mendapatkan cara agar dia selalu mendapatkan bahan baku dengan kualiutas bagus dengan mengadakan suatu kontrak dengan suplier yang lolos dalam penyaringan bahan baku yang berkualitas. Meskipun setelah pensiun juga tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa. Beda sekali dengan seorang pemilik usaha. Dia bisa mendapatkan keuntungan paling besar dan berlipat-lipat apabiloa usahanya berjalan dengan lancar. namun juga memiliki resiko yang paling besar Jika usahanya bangkrut. resikonya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya.

setelah mengetahui peran kita dalam dunia bisnis di atas. Adapun yang perlu kita ketahui yakni tujuan bisnis:
Mencari keuntungan, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, pertumbuhan perusahaan . dan tanggung jawab sosial.

Pada keuntungan setiap perusahaan harus menghubungkannya atau menyediakan dana dari keuntungan untuk lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Oleh karena itu setiap perusahaan besar biasanya memiliki dana CSR sendiri-sendiri.

Adapula industri yang go publik international terkadang membentuk CSR dalam bentuk sebuah Lsm di beberapa negara agar dilihat sebagai perusahaan yang peduli lingkungan. Karena jika diketahui ada perusahaan yang sahamnya internasional dan ia telah merusak alam, maka sahamnya akan anjlok.
Selain itu yang perlu kita ketahui adalah identifikasi peluang karena manajemen bisnis tidak hanya membahas mengenai proses produksi tetapi menyeluruh seperti kebutuhan pasar, keuangan , strategi tempat penyesuaian lokal dsb.
Contohnya: ayam goreng.dari KFC hingga penjual pinggir jalan. dari ayam yang sama, tapi diolah pada tempat yang berbeda-beda. walaupun harga ayam dari suplier sama namun dengan adanya perbedaan tempat pengolahan atau brands yang berbeda membuat harga ayam tersebut berbeda-beda dari kalangan atas hingga paling bawah. sehingga kesenjangan sosial juga bisa dijadikan suatu peluang bisnis. sehingga semua pasar bisa menikmati produk tersebut.

peluang bisnis dapat muncul dari sendiri maupun dari orang lain.
seperti cntoh ayam goreng diatas. sebagaimana kita ketahui bahwa orang sekarang lebih cenderung pada kebarat-baratan dengan memakan di KFC. ini mendatangkan ide untuk membuka waralaba sebagai teribosan bisnis. walaupun KFC cukup mahal tapi diminati masyarakat sehingga membuka peluang bisnis yang prospektif pula, selain KFC ada pula yogya chicken yang harganya lebih terjangkau.

2 Comments (+add yours?)

  1. Fajar Sinatrya
    Mar 04, 2011 @ 16:02:17

    Bisnis adalah sarana mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, jika dijalankan sesuai syari’at. Namun bisnis juga sarana menjauhkan diri dari Allah, tatkala yang dicari adalah dunia semata.
    Ingatlah, di dunia ini pekerjaan pokok kita adalah mempersiapkan diri untuk mati. Sedangkan orang-orang kafir adalah pekerjaannya mencari dunia untuk membesarkan perutnya semata dan untuk merusak dunia.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: