Bahan Agroindustri “KoPi LuwAk”

Untuk mengupayakan peningkatan mutu komoditi unggulan jenis kopi dibumi saling keruni sangi kerawati, diagendakan budidaya penangkaran kopi loak atau penghasilan produksi biji kopi yang dihasilkan melalui penagkaran hewan jenis musang. ”Untuk penagkaran musang, saat ini kami masih melakukan pendalaman tekhnis perawatannya. Karena jenis komoditi kopi merupakan tanaman dengan sistem produksi buah musim, dengan kata lain jika melewati jadwal panen tentunya harus dikaji lagi sistem pengembangbiakan atau sistem perawatan loak tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Empat Lawang, H Dumyati Isro kepada wartawan koran ini, Selasa (11/5).
Dijelaskan Dumyati, hasil produksi kopi loak memang lebih unggul, selain karena harga jualnya lebih tinggi dibanding kopi biasa produksi unggulan kopi jenis loak memang sudah terkenal mutunya hingga kemanca negara. ”Karena produksi yang dihasilkan merupakan jenis buah pilihan, setidaknya biji kopi yang memang sudah matang dan siap panen. Secara tehnis, buah kopi yang sudah masak akan dimakan oleh musang, selanjutnya melalui proses pencernaan nantinya baru dihasilkan jenis biji kopi loak,” terang Dumyati
Dikatakan Dumyati, saat ini pihaknya sudah menyiapkan calon areal perkebunan, untuk lokasi yang sudah dipersiapkan sebagai penangkaran loak. Diantaranya pada beberapa perkebunan kopi masyarakat, dikecamatan Pendopo dan Talang Padang. Karena dalam penangkaran harus disiapkan pagar keliling pada perkebunan tersebut, harus diperdalam lagi sitem perawatan musang didalamnya. ”Diharapkan nantinya setelah penangkaran perkebunan kopi loak dilakukan, secara tekhnis dalam perawatan baik tanaman dan musangnya sudah dipahami dengan baik. Sehingga dalam upaya peningkatan mutu produksi komoditi unggulan Empat Lawang, dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Dumyati
Diakui Dumyati, saat ini dibeberapa daerah yang ada di Empat Lawang, sudah banyak yang mulai mengelolah kopi loak. Tetapi masih dilakukan dengan cara tradisional, atau dengan memungut dari lokasi perkebunan masing-masing tanpa adanya penagkaran khusus. Setidaknya sudah ada beberapa petani yang mencapai hasil produksi kopi loak, hingga ratusan kilogram. ”Memang dalam upaya tradisional, masyarakat masih kesulitan dalam pengumpulannya. Tetapi setidaknya para petani akan lebih diiuntungkan, karena dengan produksi unggulan mutu dan rasa maka harga jual kopi loak memang lebih mahal dibanding kopi biasa,” papar Dumyati
Ditambahkan Dumyati, Dalam peningkatan mutu produksi kopi, tidak hanya terpacu dengan jenis kopi loak. Setidaknya dengan sistem produksi yang dihasilkan dari musang, dapat memberikan motivasi bagi para petani untuk meningkatkan mutu produksi panennya. Dengan kata lain jika memang buah atau biji kopi yang dipanen sudah benar benar masak, maka hasil produksi dapat lebih baik dan memuaskan. ”Untuk meningkakan mutu hasil produksi kopi di Empat Lawang, kami akan selalu memberikan penyuluhan kepada petani. Salah satunya bagaimana mengelolah hasil panen dengan baik, serta tekhnis perwatan lahan dan tanaman kopi diperkebunan,” pungkas Dumayat

original article: http://halamanempatlawang.blogspot.com/2010/05/dishutbun-agendakan-budidaya-kopi-loak.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: