bagaimana pengolahan limbah cair?? >> pengendalian limbah industri 02/03/2010

pengolahan limbah memiliki 3 metode yakni fisikawi, kimiawi dan biologi.

tahap biologi diletakkan diakhir karena metode biologis mempunyai dampak dari adanya mikroorganisme pada limbah memiliki ambang batas jika limbah yang masih mengandung mikroorganisme dibuang dalam jumlah yang melebihi ambang batas maka mikroorganisme ini dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan sekitarnya.

adapun tahapan-tahapan pengolahan limbah.
> pra pengolahan : cenderung dilakukan metode secara fisikawi dan kimiawi.
seperti penyaringan. hal ini dilakukan untuk memisahkan campurnya limbah padat pada limbah cair yang kapasitasnya lebih besar. hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penyumbatan aliran limbah cair dan menjaga agar pipa yang mengalirkannya tidak rusak dan aliran berjalan dengan lancar.selain fisikawi adapula proses kimiawi dalam pipa tersebut yakni adanya pengaruh perubahan suhu. dimana jika pipa tersebut mengalami pemuaian maka harus diaganti setidaknya berapa tahun sekali saecara berkala. agar tidak terjadi kebocoran dan sebagainya.
selain pada pipa jika limbah padat tidak diuang maka akan ada proses kimiawi pada limbah padata tersebut yang akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak kesehatan bagi manusia yang menghirupnya.

pada penyaringan ada bebrapa jenis yakni penyaringan kasar (coarse) untuk menyaring limbah padat yang besar sehingga bukaanya pun cenderung lebih besar. biasanya digunakan untuk menjaga sanitasi industri.

yang kedua yakni fine (halus) bukaan cenderung lebih kecil. penyaringan ini digunakan untuk menyaring suspensi dan endapan.

selain keduanya bisa pula melakukan penyaringan dengan menggunakan rotary drum. karena rotary drum ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dimana dapat memisahkan dan menarik padatan sekaligus dan dap[at menghilangkan BOD sebanyak 40-50%.

semua tahapan ini dilakukan karena dalam pengolahan limbah harus dilakukan step by step karena ada kecenderungan treatment masa hidup mikroorganisme sehingga BOD harus dihilangkan sedikit demi sedikit.

selanjutnya yakni tahapan grit (untuk bahan an organik) karena limbah tidak hanya berefek pada lingkungan tetapi juga pada biaya tetap(instalasi) industri tersebut. pengolahan limb ah membutuhkan biaya yang cukup besar.

hal ini dilakukan seperti pada pipa. kita menerapkan metode penyisihan grit ini untuk dekomposisi pada pipa dan mengurangi akumulasi limbah didalamnya.karena posisi limbah padat pada limbah cair dapt menyebabkan abrasi (mengandung kimiawi)

contoh lain yakni pembuangan pasir pada industri entah itu sisa kotorn sepatu yng ikut terbawa dsb pembuangan ini dilakukan dengan menggunakan tangki (defrius) berupa pecahan -pecahan karen pasir harus dipecahkan atau diendapkan untuk memisahkannya dari zat zat organik untuk keefektifitasan penanganan limbah. kartena jika zat oragnik dibuang dalam jumlah yang cukup besar akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem (BODnya tinggi sehingga ekosistem yang lain dapat terganggu bahakn mati dalam perebutan oksigen)

setelah itu biasanya dilakukan proses skimming atau penyedotan buih limbah cair. seperti adeanya liloin zat pembersih kuman pada fatic acid atau asam lemak pada produk kelapa sawit. dimana limbah kelapa sawit tersebut menggunakan asalm lemak bebas sebagai parameter mutu kelapa sawit. limbah dari produk uta\manya yakni CPO.

adapun pencegahannya dengan menggunakan grease yakni mengendapkannya sehingga buih limbah terangkat yang kemudian disaring untuk proses pra pengolahan limbah kelapa sawit.

selanjutnya adalah tahap pengolahan primer,
dimana diadakannya equalisasi yakni men yamakan.
menyamakan (tahap fisikawi)d isini yakni menyamaratakan limbah. karena variasi limbah begitu banyak sehingga untuk memudahkan proses pengolkahannya kita harus menyakan nya terlebih dahulu dari besar jumlah, suhu dan sebagainya. agar distribusinya juga lancar atau normal.

hal ini dipengaruhi pula oleh tahap biologis dimana mikroorganisme yang menguraikan limbah lebih efektif (menghemat biaya pula) dalam penanganan jika limbah tersebut memiliki karakteristik yang sama dalam Ph suhu dsb. karena jika tidak maka mikroorganisme itu sendiri yang akan mati dan tidakj bekerja secara maksimal.

analogi sederhana dilingkungan kita yakni penggunaan AC. sebenarnya Ac tersebut tidak membuat kita menjadi dingin dsb AC itu hanya meratakan suhu badan kita dengan lingkungan. karena setiap man usia memiliki variasi suhgu nyaman yang berbeda. karena panas tidak sama dengan suhu hal ini dipengaruhi adanya kelembaban suhu. bingung? seb agai contohnya daerah yang memiliki 4 musim salah satunya musim panas. namun musim panas di daerah sub tropis (4 musim) dengan daerah tropis seperti kita sangat berbeda. musim panas disana bisa melampaui suhu 40 derajat celcius sangat panas dibandingkan kita. namun karena faktor kelembaban suhu yang berbeda panas yang kita rasakan beda dengan mereka. jika kita pada musim kemarau bisa berkeringat untuk mengeluarkan panas dalam tub uh maka mereka tidak bisa. sehingga mereka selalu menggunakan AC untuk bertahan hidup ketika musim panas karena mereka tidak bisa berkeringat kjarena tingginya tingkat kelembaman suhu.

pentingnya equalisasi ini juga untuk menetukan tretment yang tepat untuk pengolahan limbah tersebut.

selanjutnya yakni diskret atau penyetopan. hal i9ni dilakukan untuk mencegah over flow (mbeber) disebabkan adanya kecepatan tau volume yang berlebihan.

bubble yakni memperbesar ukuran. atas adanya proses pengendapan yang menimbulkan gumpalan-gumpalan besar oleh proses koagulasi. dan flokulasi
contoh: orang jepang menemukan terobosan baru untuk mengatasi hama belalang di jepang ia menggunakan gelembung-gelembung udara yang memiliki tahanan kuat dan menyerap oksigen hewan yang didalamnya. gelembung ini memanfaatkan gaya grafutasi bumi sehingga pergerakannya cepat dan kuat menyebabkan belalang terseb ut mati didalamnya

sedimentasi: tahap ini dapat membuang bahan organik hingga 40%
dengan berpacu pada salah satu karakteristik yakni volume. hidrolic load.

tahap sekunder.
sebagian besar limbah agroindustri berupa lemak dan protein sehi9ngga digunakan mikroorganisme aerob dan an aerob

posisi limbah bisa ada berupa pengikatan atau suspensi bebas. melayang-layang

tahap tersier atau lanjut yakni denagn menggunakan klorinasi dan deklorinasi (sebelum limbah dibuang).
contoh pada industri kulit hewan.
tahap awal yang dilakukan yakni menyamakan besar kulit hewan lalu mengolah kulit tersebut dengan penggaraman (klorinasi) untuk mengurangi bau. klor yang digunakan biasanya tri valensi karena tidak membahayakan. lalu dengan penambahan daun-daunan untuk penggunaan efek partameter limbah.

renungan: limbah pada kelapa sawit dan tahu memilikmi BOD yang sama namun dalam pengolahannya sangat signifikan perbedaannya. hal ini karena pelaku industri keduannya sangat berbeda. pengolahan limbah membutuhkan biaya yang cukup besar dan memang kelapa sawit merupakan industri besar jadi bisa menanganinya. namun bagaimana dengan industri tahu?? pelakunya adala industri kecil rumah tangga tidak mungkin bisa melakukan pengolahan seperti yang dilakukan industri kelapa sawit. sehingga diperlukan adanya teknologi tepat guna untuk mengatasi limbah tahu tersebut. dimana teknologi terseb ut merupakan titik temu dari tahapan penolahan limbah dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengelolahannya.

2 Comments (+add yours?)

  1. djatipoetry
    Apr 04, 2012 @ 02:05:52

    Salut dengan SHARE yang sangat manfaat.

    Reply

  2. riki
    May 31, 2012 @ 05:10:23

    Terimakasih referensi yang sangat bermanfaat bagi saya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: